Bahan Tambahan Makanan yang Berbahaya

Bukan suatu rahasia lagi, setiap olahan makanan yang biasa menjadi makanan sehari-hari ataupun pada waktu-waktu tertentu saja memerlukkan proses yang tidak pendek. Olahan makanan yang sudah siap makan ini tentunya memerlukan treatmen pengolahan hingga didapatkan hidangan atau masakan yang bervariasi baik itu dari segi rasa, maupun bentuknya. Biasanya untuk memberi variasi yang beda pada makanan kadang para pelaku atau pembuat olahan makanan mereka memberikan bahan tambahan tertentu hingga didapatkan olahan secara optimal sesuai dengan keinginan produsen. Hal ini tentunya bukan suatu yang terlarang jika bahan tambahan yang diberikan hingga didapatkan olahan makanan yang optimal merupakan bahan-bahan yang tepat digunakan sebagai tambahan. Bahan tambahan makanan ini dipastikan tidak membahayakan. Adapun beberapa macam tambahan makanan diantaranya pengawet, pewarna, penyedap rasa , penyedap aroma, pemantap, antioksidan, pengemulsi, anti gumpal, pemucat, serta pengental.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI no. 722  tahun 1988 bahan tambahan makanan merupakan bahan yang ditambahkan dan dicampurkan selama proses pengolahan makanan dengan tujuan peningkatan mutu dari makanan itu sendiri. Dalam hal ini termasuk dalam bahan tambahan makanan adalah pengawet serta pemanis sintetis makanan. Memang tidak sepenuhnya bahan tambahan makanan berbahaya. Dalam hal ini memang bahan tambahan  makanan perlu dibatasi penggunaannya jangan berlebihan karena ditakutkan akan berpengaruh pada kesehatan jika termakan. Namun jika kadar bahan tambahan  makanan sesuai dengan dosis anjuran pemakaian dipastikan akan aman-aman saja. Hanya saja mungkin dampaknya tidak secara langsung jika kita mengkonsumsi makanan yang mengandung tambahan makanan dan bisa saja beberapa tahun kemudian dirasakan apa yang menjadi dampak konsumsi makanan.

Adapun beberapa tambahan makanan yang penggunaannya dilarang berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI no. 722 tahun 1988 antara lain : formalin, asam borat dan senyawanya; Asam salisilat dan garamnya ; dietil pirokarbonat ; dulsin ; kalium klorat; kloramfenikol; minyak nabati dibrominasi; nitrofurazon, dan kalium bromat. Berdasarkan data-data diatas yang sering digunakan sebagai tambahan makanan adalah formalin serta borax, kedua bahan tambahan ini sangatlah berbahaya oleh karena itu kita perlu hati-hati akan kandungan makanan yang dikonsumsi

Butuh bantuan! Klik disini

Kami siap membantu anda sekarang! Tim Specialist kami siap berdiskusi via Chat WA apabila sedang online, jika jaringan sedang sibuk segera kirim email ke: [email protected] untuk mendapatkan respon cepat via help desk..

Account Executive

Mei Dwi - Head Office

Online

Account Executive

Umu Hanifatul - Head Office

Online

Account Executive

Eva Arlinda - Head Office

Online

Account Executive

Andini Eryani - Head Office

Online

Mei Dwi - Head OfficeAccount Executive

Apa kabar bp/ibu, ada yg bisa saya bantu? 00.00

Umu Hanifatul - Head OfficeAccount Executive

Apa kabar bp/ibu, ada yg bisa saya bantu? 00.00

Eva Arlinda - Head OfficeAccount Executive

Apa kabar bp/ibu, ada yg bisa saya bantu? 00.00

Andini Eryani - Head OfficeAccount Executive

Apakah ada yang saya bisa bantu bapak/ibu? 00.00